Dengan popularitas media sosial, banyak pelaku bisnis beralih ke situs media sosial untuk pemasaran online mereka.

Media sosial sangat bagus sebagai media promosi secara online, tapi masalahnya adalah banyak pelaku bisnis hanya fokus pada media sosial dan tidak melakukan hal sama ke dalam situs web maupun media offline mereka.

Jika Anda memiliki sebuah halaman sebagai media promosi di Media Social, saya yakin ketika Anda membuat sebuah status baru di halaman media social, Anda pasti akan mendapatkan penawaran “Promosikan Halaman Anda untuk lebih banyak jangkauan yang akan mengetahui tentang status Anda” dan itu tidak gratis.

Anda harus membayar untuk mengiklankan postingan Anda. Maka dapat diartikan, jika Anda tidak mengiklankannya, jumlah orang yang melihat postingan Anda hanya orang-orang tertentu, sebaiknya dalam melakukan promosi melalui media social, Anda juga harus mempromosikan dan memperkenalkan website Anda, sehingga orang dapat dengan mudah mengingat tentang Anda.

Majalah Time melaporkan bahwa Media Social mengontrol siapa saja yang melihat postingan Anda. Mengapa Media Social melakukan hal tersebut?

Seperti yang Anda harapkan dalam ketika Anda melakukan promosi, itu ada hubungannya dengan uang. Media Social membatasi jangkauan konten Anda, kecuali Anda membayar agar pengikut Anda dapat melihat konten yang Anda buat.

Time melaporkan rata-rata hanya 6% dari pengikut perusahaan melihat tulisan perusahaan. Kedengarannya sangat buruk? Ada berita buruk, itu hanya akan menjadi lebih buruk.

Hanya 1 s/d 2% pengikut Anda yang dapat melihat konten Anda di beranda mereka. Jadi, 98% dari pengikut Anda tidak akan pernah melihat apa yang Anda posting, kecuali jika Anda membayar.

Bandingkan dengan 100% yang dapat melihat konten Anda ketika Anda memiliki website pribadi.

Tetapi jika Anda tidak membayar, kemungkinan besar postingan Anda akan mencapai target audiens yang besar (seperti dulu) sangat tipis.

Dengan berfokus hanya pada media sosial (seperti banyak para pelaku bisnis lakukan saat ini), Anda mengizinkan orang lain untuk mengontrol konten Anda.

Dengan memiliki sebuah website, Anda memiliki kontrol penuh dari konten Anda dan semua orang yang ingin melihat konten Anda akan melihatnya.

Jadi apa yang lebih kuat, media sosial atau situs web Anda?

Saya katakan website, karena website sebagai Pusat Informasi Produk & layanan Anda, jadikan Website sebagai kantor bisnis Anda di dunia maya dan Anda sebagai pemilik dan pemegang kekuasaan sepenuhnya atas Kantor Anda.

Gunakan Media social sebagai sarana media promosi online, memperkenalkan dan mempromosikan website, produk dan layanan Anda.

Ajak pelanggan dan calon pelanggan Anda untuk berkunjung ke Kantor Anda, yaitu WEBSITE.